Minggu, 07 Mei 2017

Rahasia Murai Bervolume Maksimal



Murai batu menjadi salah satu burung kicauan terpopular di Indonesia. Meski demikian, tidak setiap individu murai batu mampu mengeluarkan kicauannya secara maksimal. Sebab, dalam beberapa kasus, suara kicauannya kalah keras oleh suara burung lain d sekitarnya.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan suara murai batu kurang maksimal. Penyebab paling umum adalah burung mengalami serak, gangguan pada tenggorokan, serta burung dalam kondisi dorong ekor atau karena mabung belum tuntas.

Untuk mengatasi hal tersebut, berikut metode dua minggu memaksimalkan volume suara murai batu.



Tips ini sebenarnya cukup dikenal para muraimania. Berikut ini ringkasannya:
  • Awalnya, murai batu dimasukkan dalam kandang umbaran (polier) setiap beberapa hari sekali.
  • Kurangi durasi penjemuran, dan mandikan burung secara rutin setiap hari.
  • Untuk sementara, kurangi porsi pemberian jangkrik. Kalau selama ini burung diberi 5-10 ekor jangkrik, maka selama masa terapi cukup diberi 2 ekor jangkrik saja pada pagi hari.
  • Kroto cukup diberikan seminggu sekali.
  • Selama masa terapi 2 minggu, murai batu diberi pakan voer yang mempunyai kandungan gizi lengkap.
  • Selama masa terapi, burung diberi air minum berupa larutan penyegar.
  • Setiap tiga hari sekali, murai diberi BirdMineral atau suplemen mineral lainnya untuk memulihkan kondisinya, terutama bagi yang masih dalam tahap dorong ekor maupun yang mabungnya belum tuntas.
Apabila terapi 2 minggu ini sudah menunjukkan hasilnya, maka perawatan harian bisa dikembalikan seperti semula.

Semoga bermanfaat


Salam kicau mania

Rahasia Membuat Love bird gacor dan ngekek panjang dengan cepat

Kita pasti ingin burung Lovebird momongannya bisa ngekek atau nembak yang panjang, sehingga bisa di jadikan sebagai masteran andalan atau di ikutkan dalam perlombaan burung. 

Dibawah ini tips untuk membuat burung LB (Love Bird) menjadi gacor, berisik dan ngekek panjang. Namun ada 2 faktor yang dapat mendukung burung bisa ngekek dengan panjang dan gacor yaitu:
  • Faktor genetik / trah / keturunan.
    Para master Love bird sangat meyakini akan hal ini, dimana indukan yang mampu ngekek panjang maka anakannya juga mempunyai presentase 80% untuk bisa ngekek panjang seperti indukannya.
  • Faktor perawatan.
    Hal ini yang selalu menjadi kunci utama untuk menjadikan burung anda menjadi hebat dan berprestasi, tentunya dengan perawatan yang tepat dan kesabaran anda.

Berikut adalah tips perawatan membuat burung LB agar gacor dan bisa ngekek panjang:
  • Mandikan burung pada pagi hari sekitar jam 7 hingga basah kuyub, hal ini bisa memakai semprotan.
  • Habis di mandikan burung di jemur / di anginkan sampe jam 10.
  • Setelah itu burung di semprot / di mandikan lagi kemudian di jemur / di anginkan sampe jam 12. Jadi, burung mandi 2x.
  • Lalu burung bisa di gantang di tempat seperti biasa agar istirahat dan dengarkanlah burung master atau suara LB ngekek panjang.
  • Lakukan hal itu setiap hari maka burung akan sudah kelihatan lebih cerewet daripada sebelumnya, dan untuk pernafasan agar burung bisa ngekek dengan panjang anda bisa memasukkan ke dalam kandang umbaran.
  • Untuk makanan berikanlah menu makanan yang bervariasi dengan memberikan sayuran seperti jagung, toge, kangkung dll, juga buah seperti apel dan lain-lain setiap harinya.
  • Dan tentunya yang terpenting adalah jaga kebersihan kandang burung anda.

Jumat, 05 Mei 2017

INI SOLUSINYA !!! Pusing LoveBirdnya Gesek Tangkringan terus


Lovebird yang suka gesek tangkringan tentu tidak bisa tampil maksimal, meski burung sudah rajin bunyi /gacor. Bahkan tak jarang ada burung yang menolak mengawini pasangannya ketika diberikan burung lain sebagai pasangan untuk mengurangi perilaku gesek tangkringan tersebut.


Untuk membantu mengatasi atau mengurangi perilaku lovebird yang suka gesek tangkringan, berikut ini beberapa solusinya untuk Anda;
1. Ganti sangkar yang digunakan
Lovebird yang suka gesek tangkringan bisa dipindah ke sangkar soliter yang diletakkan jauh dari lovebird-lovebird lainnya. Dalam sangkar tersebut tidak dipasangi tangkringannya, namun cukup berisi cepuk pakan dan air minum yang diletakkan di dasar sangkar. Hal ini dilakukan untuk meredam keinginannya “mengawini” tangkringan.
2. Ganti tangkringannya
Jika Anda tidak mempunyai sangkar lain untuk memindahkan lovebird, maka alternatifnya adalah mencabut atau mengganti tangkringan yang selama ini digunakan dalam sangkar harian. Setiap harinya, lovebird hanya bergerak dengan cara merambati jeruji sangkarnya. Cara ini diharapkan bisa mengurangi kebiasaan buruknya tersebut.
Cara lainnya adalah mengganti model tangkringan, yakni berbentuk datar atau permukaannya rata mirip penggaris / mistar. Bentuk tangkringan seperti ini tentu tidak bisa didapatkan di toko perlengkapan burung. Jadi, Anda harus membuatnya sendiri.
Kalau tak sempat membuat sendiri, Anda juga bisa membelah tangkringan bulat yang biasa digunakannya menjadi dua bagian, lalu memasangnya dengan posisi permukaan yang rata berada di bagian atas. Meski dianggap kurang efektif, hal ini juga bisa membantu mengurangi kebiasaan buruk tersebut.
3. Manfaatkan kandang umbaran
Mengurangi perilaku gesek tangkringan juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan kandang umbaran. Selama masa terapi, kandang umbaran digunakan sebagai pengganti sangkar harian selama beberapa jam setiap hari yang dimulai sejak pagi hingga sore hari. Untuk memenuhi kebutuhannya, kandang umbaran dilengkapi dengan cepuk pakan dan cepuk minum.
4. Mandikan hingga basah kuyup
Anda juga bisa memandikan burung lovebird hingga basah kuyup. Biasanya, kicaumania akan menggunakan selang atau air mengalir untuk memandikan burungnya. Namun perlu diperhatikan agar tetesan air tidak mengenai bagian cere maupun hidungnya, karena bisa membuatnya rentan sakit. Agar lebih aman, Anda bisa memanfaatkan sprayer atau semprotan khusus untuk memandikan burung.
Cara lain yang cukup efektif tapi butuh pengalaman dan kehati-hatian adalah memandikan burung sambil dipegang. Pada kondisi ini, lovebird dipegang dengan tangan kanan, kemudian sebagian tubuhnya dicelupkan ke dalam wadah / baskom berisi air, lalu diusap-usapkan dengan tangan kiri.
Lakukan hal tersebut secara rutin, karena bisa membantu meredam birahinya. Selain itu, burung pun akan menjadi lebih cepat jinak. Setelah dimandikan hingga basah kuyup, angin-anginkan sampai bulubulu tubuhnya mengering, setelah itu berikan penjemuran seperlunya saja.
5. Berikan terapi semprot
Terapi semprot bisa dilakukan ketika burung tetap dipelihara dalam sangkar harian, tanpa mencabut / mengganti tangkringannnya. Ketika lovebird menunjukkan perilaku ingin “mengawini” tangkringan, semprot bagian perutnya hingga ke bawah dengan menggunakan sprayer atau semprotan mandi. Untuk hasil yang lebih efektif, Anda harus selalu melakukan pemantauan sehingga bisa langsung menyemprotnya ketika burung hendak melakukan hal buruk tersebut.
6. Berikan pakan yang tepat
Memberikan pakan yang sesuai bisa membantu mengatasi / mengurangi perilaku gesek tangkringan pada lovebird. Selama masa terapi, pakan yang diberikan cukup milet putih saja dan tidak perlu pakan tambahan lainnya, terutama kangkung, toge, atau jagung manis yang bisa membuat birahinya meningkat.
7. Berikan suplemen dan multivitamin
Banyak kicaumania yang kesulitan saat akan menjodohkan lovebird yang suka gesek tangkringan dengan lovebird lain yang akan menjadi pasangannya. Meski terlihat berjodoh, burung tetap ogah-ogahan mengawini pasangannya, lebih memilih tangkringan sebagai sarana pelampiasan birahinya.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda bisa menyediakan suplemen khusus penangkaran  untuk merangsang lovebird gestang agar mau mengawini pasangannya.
Demikianlah beberapa tips mengatasi burung lovebird yang suka gesek tangkringan. Melalui perawatan dan terapi secara rutin dan teratur, burung akan kembali pada kondisinya yang lebih baik, sehingga bisa tampil lebih prima dan lebih produktif.

Semoga bermanfaat.
@omkicau.com
PENASARAN ??? Sepasang lovebird hijau, kok anaknya bisa biru??
PENASARAN ??? Sepasang lovebird hijau, kok anaknya bisa biru??

Sekilas mengenai dominan dan resesif
Materi di ambil dari artikel David Britton, Parrot Genetics in Color Mutations for Novice Pet Bird Breeders (birdpets.onenessbecomesus.com). Tetapi karena ada beberapa hal yang agak rancu, dan dikhawatirkan membingungkan pembaca, sebagian materi mengalami editing yang mungkin berbeda dari materi sebenarnya.
Berikut ini beberapa kasus yang diangkat dalam bentuk pertanyaan untuk menggambarkan metode pewarisan gen dominan dan resesif.
Pertanyaan 1:
Saya memiliki sepasang lovebird hijau, kok anaknya bisa biru?
Jawab:
Meski kedua orangtuanya terlihat hijau, sebenarnya secara genetik tidak murni hijau. Anaknya bisa menjadi biru, karena dia menerima gen biru dari bapak dan ibunya. Itu berarti bapak dan ibunya tidak hijau murni, tetapi hijau split biru. Dalam pandangan manusia, hijau split biru terlihat hijau. Tapi secara genetik mewarisi 50% hijau dan 50% biru. Silakan lihat gambar di bawah ini :

Peluang untuk mendapatkan anakan yang berwarna biru adalah 25%. Pada gambar di atas, anakan berwarna biru diberi kode 2-4. Yang 25% normal (1-3). Selebihnya normal split biru, yaitu 1-4 dan 2-3.  Karena tidak terkait dengan jenis kelamin, maka warna biru bisa terjadi pada anaknya yang jantan maupun betina.
Pertanyaan 2 :
Saya menjodohkan lovebird biru dan normal hijau. Mengapa anaknya tidak ada yang biru?
Jawab:
Hijau bersifat dominan terhadap biru. Jadi, sebagian anaknya normal split biru, namun secara visual terlihat hijau. Syarat agar anakan berwarna biru, ia harus memiliki satu set dari dua gen biru, masing-masing dari kedua orangtuanya.
Jika induk yang normal hijau bersifat visual (normal split biru), pasti anaknya ada yang berwarna biru. Lihat gambar di bawah ini :

Pada gambar di atas, terlihat bahwa 50% anaknya berwarna biru, dan 50% lagi normal split biru (secara visual terlihat normal alias hijau). Hal ini juga berlaku untuk induk jantan biru ketika dikawinkan dengan induk betina normal.
Sebaliknya, jika induk yang normal itu murni (100% normal), semua anaknya tidak ada yang berwarna biru, seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Ketentuan mutasi dominan dan resesif
Berikut ini beberapa ketentuan mengenai mutasi dominan dan resesif:
  1. Sifat dominan selalu menutupi resesif. Jika burung yang memiliki gen dominan dijodohkan dengan burung dengan gen resesif, maka semua anaknya terlihat dengan warna gen dominan. Meski demikian, sebagian anaknya mewarisi gen resesif, namun secara visual tidak muncul. Biasanya ditulis dengan A split B. A adalah gen dominan, B adalah gen resesif.
  2. Untuk bisa memunculkan sifat resesif, sehingga terlihat oleh mata manusia, maka induk jantan dan induk betina yang mau dikawinkan harus memiliki sifat resesif. Jadi kedua induk harus memiliki gen A split B. Contoh sudah dijelaskan pada gambar normal spit biru.
catatan pendukung : 
Visual Dalam ilmu genetika, visual adalah individu carrier atau (pembawa sifat / gen tertentu, tapi tak muncul dalam penglihatan manusia. Dalam perkawinan silang lovebird atau burung parrot lainnya, istilah visual biasanya diikuti dengan kata “split” atau “split to”. Misalnya normal split blue . Itu berarti anakan memiliki warna normal, tetapi sebenarnya secara genetik juga mengandung gen tipe biru.

Artikel selengkapnya bisa di baca di : omkicau.com




WOW !!! Lovebird x Parkit Anaknya jadinya apa ya ?
WOW !!! Lovebird x Parkit Anaknya jadinya apa ya ?

Pengalaman Om JP Jeep
Pada diskusi di Forum AvianAvenue, Om JP Jepp menceritakan keberhasilannya mengawinkan parkit dan lovebird. Dalam hal ini, dia menggunakan lovebird jantan dan parkit betina. 
OM JP Jeep memelihara lovebird dan parkit dalam kandang yang sama sejak kecil, ketika umurnya baru dua bulan. Dalam kandang tersebut terdapat seekor lovebird jantan serta 4 ekor parkit albino betina.
Ketika mencapai umur dewasa kelamin, lovebird jantan memilih satu pasangan saja, yang kemudian dikawini. Parkit betina lalu bertelur, mengerami telur-telurnya, sampai akhirnya tiga piyik menetas.
Menurut Om JP Jeep, setelah besar, ketika anakan hasil persilangan itu memiliki postur tubuh lebih besar daripada parkit. Bagian mata, paruh, dan kepalanya juga terlihat berbeda dari burung parkit. Kepalanya lebih besar daripada parkit.
“Yang aku tahu, parkit tidak memiliki paruh hitam. Tetapi ketiga anakan ini mempunyai paruh yang ujungnya berwarna hitam, berbeda dari parkit jantan yang menjadi bapaknya,” ujarnya.
Berikut ini beberapa foto anakan hasil silangan parkit dan lovebird koleksi Om JP Jeep yang pernah dimuat juga dalam Forum AvianAveneu:




artikel selengkapnya bisa dibaca  : omkicau.com




Bambu cina untuk gacorkan Pleci dan Bongkar isian dilapangan 2

Bambu cina saat ini memang masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Dewasa ini bambu cina mulai menjadi polemik di kalangan dunia kicau mania, khususnya dunia pleci. Karena banyak opini - opini publik yang mengatakan bambu cina mempunyai banyak sekali manfaatnya pada pleci.

Tempo hari kami mendapat informasi dari salah satu sobat pleman di jejaring media sosial facebook. Apabila kita menggunakan bambu cina sebagai tangkarannya maka akan mempengaruhi performa pleci ketika di arena gantang. Benarkah semua itu? Kalau memang benar apakah manfaatnya? Menarik sekali tentunya untuk kita pecahkan.

Saat ini banyak sekali spekulan - spekulan yang bermunculan ke publik tentang manfaat bambu cina pada pleci. Berawal dari rasa penasaran akhirnya dilakukan risert kepada sobat pleman yang kami ambil secara acak, pada risert tersebut kami mengajukan pertanyaan yang sama yaitu apa manfaat bambu cina untuk pleci?

Dari risert tersebut rata - rata jawabanya sama, akhirnya kami menyimpulkan bahwasanya manfaat bambu cina pada pleci diantaranya yaitu : 
  1. Dapat minambah keperyaan diri pleci atau menaikan mental pleci
  2. Dapat merangsang pleci untuk selalu gacor dan bongkar isian
  3. Dapat lebih menenangkan atau mengontrol birahi pleci
Percaya tidak percaya, itulah hasil dari risert yang kami lakukan kepada sobat pleman, Semua kami kembalikan ke sobat pleman bagaimana menyikapinya. Mari kita ungkap bersama - sama tentang kebenaranya. Kami hanya berpesan kepada sobat pleman agar itu tidak dijadikan acuan karena itu hanya risert dari opini - opini yang bermunculan ke publik dan belum kebenaranya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang manfaat bambu cina untuk pleci yang memang masih menyimpan sejuta misteri. Harapan kami jadilah pleman yang cerdas dan bisa memberikan perawatan terbaik semaksimal mungkin dilandasi rasa sabar ulet tekun dan penuh kasih sayang, masalah hasil semua mengikuti dari apa yang kita lakukan. Salam kicau mania.


disunting dari metrotivi.com